Selasa, 23 Agustus 2016

Fenomena Boneka Sex, Orientasi Sex Menyimpang Yang Melanda Jepang

Jepangers - Bagi Pria Jepang ini, Cinta sejati mungkin adalah hal yang mustahil, Hasaratnya kepada wanita kini telah beralih untuk puluhan boneka seks.


Pria berusia 45 tahun, bernama Ta - Bo (nama samaran), pulang ke rumah, bukan istri atau pacar yang menunggunya disana, namun deretan boneka yang berjajar rapi di sofa.

Masing-masing memiliki nama. Ta- Bo sering menonton televisi dengan mainannya sebelum memandikan mereka, membedaki mereka sehingga kulit mereka terasa lebih manusiawi, mereka pakaian lingerie dan kemudian membawa mereka ke tempat tidur.


Tabo dan boneka koleksinya





"Seorang wanita bisa mengkhianati Anda, tapi boneka ini tidak pernah melakukan hal tersebut. Mereka milik saya 100 persen" kata insinyur yang telah menghabiskan lebih dari 2 juta yen ($ 16,000) selama dekade terakhir pada boneka-boneka sex-nya.

"Kadang-kadang dibutuhkan terlalu banyak waktu sebelum aku bisa berhubungan seks dengan orang yang saya temui. Tapi dengan boneka tersebut, itu hanya masalah satu klik mouse. Dengan satu klik, mereka melayani aku. "




Pria, yang mengatakan bahwa ia telah berhubungan seks dengan lima wanita tapi lebih suka boneka ini, adalah salah satu dari banyak pria Jepang yang tak mau berpacaran atau mencari pasangan secara normal.

Inilah dia Orientasi Sex Menyimpang Yang Sedang Terjadi di Jepang

Seorang pembuat boneka di Jepang mengatakan mulai memproduksi boneka dan anatomi yang nyata sejak 30 tahun lalu, awalnya menargetkan untuka orang-orang cacat yang mungkin merasa sulit untuk menemukan pasangan.

Orient Industry Co sekarang membuat 80 boneka per bulan di Tokyo, boneka tersebut dijual antara $ 850 dan $ 5.500 masing-masing. Model yang lebih mahal yang terbuat dari silikon dan memiliki 35 sendi yang dapat digerakkan.

Hampir semua orang yang membeli boneka tersebut adalah laki-laki single dan sekitar 60 persen dari mereka adalah di atas usia 40, kata seorang staff perusahaan.

" Saat ini, wanita kadang-kadang lebih dominan daripada laki-laki di dunia nyata, dan mereka tidak selalu memperhatikan laki-laki, " kata Hideo Tsuchiya , presiden perusahaan.

"Semakin banyak orang yang menemukan diri mereka sengsara jadi kita membuat boneka tersebut sebagian dalam mendukung laki-laki. "

Orient Industry saat ini menjadi produsen boneka sex paling terkenal di dunia. Karya mereka yang terkenal adalah Real Love Doll Yasuragi, yang terbuat dari silikon, bahannya sangat mirip dengan manusia asli.



Pembeli bisa memilih 2 body Airy Grip atau Hard Grip. Airy didesain untuk menemani anda di ranjang, sedangkan Hard ideal untuk berpose.

ilustrasi betapa fleksibelnya tubuh boneka
Ini adalah ilustrasi betapa fleksibelnya tubuh boneka ini

Mari lihat bagaimana boneka ini sangat mirip dengan aslinya:


Ini adalah beberapa pilihan wajah yang bisa anda pilih Minami Iikura, Madoka Kurihara, Asami Konishi, or Yayoi Fujisawa.


Jika anda membeli boneka Yasuragi anda juga akan mendapatkan wig, fingernail kit, underwear dan cincin nikah sebagai bagian di dalamnya.


Boneka ini sangat detail, bahkan sebagai pembeli anda bisa memilih jenis pubic hair yang anda inginkan. Anda juga bisa memilih ukuran lubangnya. Kencang atau Lebar.

Pilihan wajahnya



Baca juga :

Spesifikasinya

Real Love Doll Yasuragi Body specifications:

Height: 147cm (4.8ft) (including head)
Weight: 24kg (53lbs) (only body parts)
Bust: 83cm (32.6") (D-cup)
Under bust: 65cm (25.6")
Waist: 63cm (24.8")
Hips: 90cm (35.4")
Shoe size: 22-23.5cm (8.7-9.3")


The Real Love Doll Yasuragi features:

Silicone with aluminum alloy and steel frame
Head: Minami Iikura, Madoka Kurihara, Asami Konishi, or Yayoi Fujisawa
Hair piece: recommended per face model, or choose from menu
Body type: Airy Grip or Hard Grip frame (choose below)
Bust: Natural or Real (choose below)
Onahole type: Styler or Boing L (length: 15cm, 5.9") (choose below)
Includes fingernail kit, onahole cover, repair kit, anniversary ring, underwear (panties, slip)


Anomali membeli boneka seks melalui Internet telah membantu bisnis tumbuh tetapi Orient Industry juga memiliki showroom menampilkan barang-barang tersebut.

Bibir yang seksi, payudara menonjol ditampilkan terentang di tempat tidur atau kursi dalam pose yang sama dengan pelacur di rumah pelacuran.

Ta- Bo mengatakan orang tuanya tidak menyadari, dan teman-temannya juga tak tau karena dia tidak pernah mengundang mereka ke apartemennya.

" Seks dengan gadis-gadis manusia lebih baik , tapi aku benci proses kencan , " katanya


Senin, 22 Agustus 2016

Alasan Pria Jepang Tidak Ingin Menikahi Pacarnya

Jepangers - Jepang saat ini sedang krisis, Dari Tahun ke tahun Orang jepang tidak ingin menikah ataupun ingin mempunyai anak. Hasilnya Orang Jepang kekurangan kaum muda karena gak mau . Pernikahan yang mahal , Biaya Hidup tinggi , dan Keinginan yang kurang kuat


Internet portal R25 dan Fastask telah membuat polling yang direspon oleh 223 pria sebagian besar merupakan sarariman berusia antara 20 hingga 39 tahun tentang "hal yang membuat pria tidak ingin menikah"

10. Terlihat sangat berbeda dengan dan tanpa make up.
Jepang mempunyai standar yang aneh tentang kosmetik. Sudah bukan hal yang aneh ketika "wajah tanpa make up" bagi seorang wanita di Jepang merupakan aib. Namun, kebiasaan make up ini baru dimulai saat memasuki masa kuliah atau dunia kerja, karena memakai make up secara berlebihan dilarang di sekolah Jepang. Alasan yang paling mungkin dari kenapa hal ini membuat pria ilfil adalah mereka tidak menyukai wajah yang palsu dan terlalu menor dalam menggunakan make up.
Ih, giliran mbak yang beda antara pake make up sama nggak aja nggak mau, nanti kalo dikasih mbak yang muka aslinya biasa aja juga nggak mau karena nggak cantik. ih.

9. Obsesif kompulsif untuk menjaga rumah tetap dalam keadaan bersih.
Hal ini menjadi menyebalkan untuk para lelaki yang notabene merupakan makhluk yang malas dan sering seenaknya meletakkan barang setelah lelah bekerja. Perempuan yang terlalau bersih membuat mereka akan merasa risih karena takut apabila mereka seenaknya sendiri, perempuan tersebut akan mengomel.
Ya emang apa asiknya sih tinggal di rumah yang berantakan? -_-

8. Tidak tertarik pada anak-anak atau bayi.
Oh, tentu saja bagi pria Jepang yang sudah menikah, mereka ingin memiliki anak-anak dari pernikahannya. Wanita yang tidak ingin memiliki anak atau tidak tertarik kepada anak-anak akan memiliki image wanita egois yang mementingkan dirinya sendiri dan menjadi terlihat tidak menarik.
Ih, tapi bang, kalo kudu pura-pura suka anak-anak biar abang nggak ilfil, padahal aslinya emang nggak suka, apa bedanya sama pake make up hyper tebal?

7. Saat mabuk, mereka tidak mengingat apa-apa.
Terkadang ada beberapa orang akan melaukan hal yang memalukan saat mabuk dan tidak mengingat apapun setelahnya.
Ya namanya juga mabuk bang. Kecuali mabuk naik angkot.

Baca Juga :
6. Sering pamer di social media tentang apa yang dia lakukan dengan teman-temannya.
Pria Jepang lebih suka pada wanita yang biasa saja, tidak terlalu heboh dan memamerkan kehidupan pribadinya di sosial media, karena wanita yang terlalu memamerkan kehidupan pribadinya dianggap tidak bisa menjaga privasinya.

5. Menghabiskan banyak uang untuk menonton konser boyband dan membeli merchandise anime.
Mungkin pria Jepang menganggap kebiasaan ini terlalu berlebihan dan mencerminkan pribadi yang boros dan tidak mampu memanajemen uang dengan baik.
Uang kita sendiri kok bang, kok abang yang heboh?

4. Terlalu baik pada semua orang sehingga terkesan tukang PHP.
Uh oh, pria mana yang nggak cemburu ketika pacarnya jalan dengan pria lain. Wanita yang terlalu ramah dan baik akan lebih sulit untuk menolak ajakan orang lain dengan alasan takut menyakiti hatinya.

3. Sangat suka bermain game, tapi sulit diajak kencan.
Senggak romantis-romantisnya pria Jepang, mereka tetap suak menghabiskan waktu berdua dengan berjalan-jalan atau makan dibanding bermain game semalam suntuk dan membuatnya merasa seperti dipenjara.

2. Boros dan tidak bisa mengatur keuangan dengan baik,
Pria Jepang menyukai wanita yang mampu mengatur keuangan dengan baik, karena dia tidak ingin hasil kerja kerasnya mengalir begitu saja.

1. Tidak menyukai kegiatan rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah dan sebagainya.
Wanita yang rajin dan mampu merawat rumah merupakan tipe wanita yang diinginkan hampir oleh semua pria di dunia. Ya suami mana sih, yang nggak suka waktu pulang ke rumah, rumahnya dalam keadaan bersih dan rapi? Perempuan yang malas tentu tidak akan menjadi pilihan!

Itulah Alasan Pria Jepang Tidak Ingin Menikahi Pacarnya  . Kesempatan besar tuh buat kamu yang pengen nikah sama cewek jepang :D

Minggu, 21 Agustus 2016

Foto-Foto Yang Dianggap Melecehkan Bagi Orang Jepang

Di Jepang, ada satu aturan yang, lebih dari sekedar apapun, dan mungkin akan membuat orang marah ketika kalian melanggar aturan tersebut. Dan beberapa foto  ini dianggap sangat melanggar aturan tersebut.

Kalian masih dimaklumi jika melupakan aturan-aturan dasar makan di dalam kereta api atau menancamkan sumpit di dalam mangkok nasi. Tapi satu hal yang benar-benar orang Jepang tidak suka adalah kalian berjalan di tatami dengan sepatu




Baca Juga : 






Itulah Foto-Foto Yang Dianggap Melecehkan Bagi Orang Jepang

Sabtu, 20 Agustus 2016

20 Ost Anime Dengan Vokal Cewek

Jepangers - Musik sangat penting dalam sebuah anime, baik itu OP, ED, dll. Anime tidak akan terasa lengkap tanpa AniSong, dan banyak dari lagu anime dinyanyikan oleh seorang perempuan. Minggu ini charapedia melakukan jejak pendapat dengan meminta 10,000 fans anime untuk memilih Anime Song terbaik dengan vokal perempuan.


63,8% pemilih merupakan seorang laki-laki, sisanya sebanyak 36,2% perempuan. Survey ini menampilkan 49 AniSongs yang berbeda, yang semuanya dinyanyikan oleh artis perempuan, namun hanya Top 20 yang akan di publish, dan mereka adalah:

20 – Don’t Say “Lazy” (K-On!)

19 – Yukitoki ()My Teen Romantic Comedy SNAFU)

18 – Red Fraction (Black Lagoon)

17 – secret base ~Kimi ga Kureta Mono~ (AnoHana)

16 – Sisters’ Noise (A Certain Scientific Railgun S)

15 – To the Beginning (Fate/Zero)

14 – Pride Kakumei (Gintama)

13 – Cruel Angel’s Thesis (Neon Genesis Evangelion)

12 – IGNITE (Sword Art Online II)

11 – Namae no nai Kaibutsu (Psycho-Pass)

Baca juga :

10 – Renai Circulation (Bakemonogatari)
Artiste: Kana Hanazawa

9 – Oath Sign (Fate/Zero)
Artiste: LiSA

8 – God Knows (The Melancholy of Haruhi Suzumiya)
Artiste: Aya Hirano as Haruhi Suzumiya

7 – Tori no Uta (Air)
Artiste: Lia

6 – Connect (Madoka Magica)
Artiste: ClariS

5 – This Game (No Game, No Life)
Artiste: Konomi Suzuki

4 – Crossing Field (Sword Art Online)
Artiste: LiSA

3 – Rising Hope (Irreguklar at Magic High School)
Artiste: LiSA

2 – Kimi no Shiranai Monogatari (Bakemonogatari)
Artiste: Supercell

1 – Only My Railgun (A Certain Scientific Railgun)
Artiste: fripSide

itulah 20 Ost Anime Dengan Vokal Cewek kunjungi terus Jepangers blog untuk info menarik lainnya

Harga Rokok Indonesia di Jepang

Jepangers - Capek seharian muter muter jalan jalan mampir di jidouhambaiki (mesin penjual otomatis) hanya sekedar membeli sebotol jus..ternyata ada juga disebelahnya jidouhambaiki yang jual rokok disampingnya..tapi karena ku nggak merokok yang  jus doang yang kubeli..ada yang sedikit memancing perhatian ku kala itu…ternyata rokok made in Indonesia berjejer diantara rokok internasional lainnya…tapi harganya juga beda dari rata rata harga rokok jepang ..mungkin karena di produksi di Indonesia dan cost produksinya juga lebih rendah jadi harga jualnya pun juga beda ..soal rasa nggak tahu..

rokok indonesia di jepang

Design dan warnanya mungkin sedikit berbeda dengan rokok dengan merk sama yang di pasarkan di Indonesia..kandungan tartnya ga tahu persis tapi yang  jelas soal harga memang sedikit miring dan terhitung murah..(dalam yen..)

Seorang teman ku ada yang pecandu rokok katakanlah sehari 1 bungkus..anggap saja sebungkus 300 yen harga di jepang..bila dihitung secara ekonomis berarti dia menghabiskan 300 yen x 365 hari=109.500 yen uangnya untuk menghisap rokok..bila di konversi kedalam rupiah dan di anggap 1 yen =rp.120, maka dia akan menghabiskan uangnya sebesar rp.13.140.00,00…demi kepulan kepulan asap rokok dalam setahun..kalau lima tahun,sepuluh tahun,..????

baca juga :
Hmm..rp.13 juta mungkin sudah cukup untuk memberi beasiswa anak SD di daerah pedesaan bagi 13 orang anak tidak mampu..maaf ini hanya andai andai saya jadi buat anda pecandu rokok di jepang saya mohon jangan tersinggung karena tulisan ini hanyalah pengandaian saya yang kebetulan bukan seorang perokok..

Tapi saya rasa tidak akan berlaku di Indonesia karena pasti postingan ini akan di protes oleh perusahaan rokok yang menyumbangkan pajak terbesar bagi negeriku..jangan di anggap serius tapi boleh di renungkan ….

Pikirkan Dulu Jika Mau Merokok di Jepang

Jepangers - Hal ini menunjukkan bentuk kepedulian Jepang akan kesehatan dan kenyamanan warganya.


Berikut ini adalah usaha pemerintah Jepang dalam mengurangi jumlah perokok:

1. Tahun 2004, Pemerintah Jepang menaikan harga rokok.  Akhir 2009, dikabarkan harga rokok akan naik berlipat-lipat, dari 300 yen menjadi 900 yen. Sehingga membuat karyawan yang bergaji pas-pasan kehabisan uang jika merokok tiap hari.

2. Tahun 2007 akhir, Pemerintah Jepang memasang larangan merokok di semua taksi di Jepang, tidak terkecuali untuk pengemudinya. Kalau di Indonesia, penumpang mengalah kepada sopir taksi yang merokok.

Baca juga :
3. Pemerintah jepang mengeluarkan semacam perda tentang kartu taspo. Yaitu sebuah kartu tentang izin merokok, Mesin penjual dan toko rokok tidak akan melayani siapapun yang tidak memilikinya, dan hanya dapat dimiliki jika sudah berusia 20 tahun ke atas. Kartu merokok ini bahkan dilengkapi dengan persentase penggunaan rokok perbulan.

4. Rokok di Jepang dibuatkan semacam klasifikasi dari 10 s/d 1. Tujuannya adalah memberikan penyuluhan kepada perokok untuk berhenti secara alami. Klasifikasi tingkat 10 adalah yang paling berat, baik itu kadar tar, nikotin, dll. Setelah itu kia biasakan dengan rokok klasifikasi 9, 8, 7, dst., akhirnya klasifikasi tingkat-1, yaitu rokok yang paling ringan. Kalau sudah terbiasa menghisap rokok klasifikasi-1, tidak merokok sama sekali pun kita bisa.

5. Merokok sambil berjalan bisa didenda 5000 yen/ 400 rebu di tempat!

6. Ada juga larangan mereka merokok di kereta api, di pusat pembelajaan dsb. Tapi perokok juga disediakan tempat khusus merokok. Haram bagi mereka merokok selain di tempat yang sudah disediakan.

Harga Rokok di Jepang Sangat Mahal

Jepangers - Kebiasaan kami ketika datang ke Jepang adalah membawakan oleh-oleh rokok bagi teman-teman asli Jepang, kata mereka rokok Indonesia rasanya berbeda, apalagi sekarang bungkusnya juga berbeda karena ada gambar seramnya. Teman-teman dari Indonesia pun biasanya membawa banyak stok rokok jika pergi ke Jepang, alasannya rokok di Jepang sangat mahal.



Iseng-iseng saya yang bukan perokok mengamati harga itu di vending mesin, dan ternyata jika dikonversi ke rupiah bisa mencapai 4 kali lipat harga rokok Indonesia. Memang mahal…apalagi per 1 April 2014 yang lalu pajak penjualan/konsumsi di Jepang naik menjadi 8%, semakin tak terjangkau karena sebungkus rokok kualitas biasa bisa mencapai lebih dari ¥500 atau lebih dari Rp. 50.000. Bahkan para perokok di Jepang jika tidak mau berhenti merokok maka harus menghirup nafas dan merogok kocek lebih dalam, pada akhir tahun yang lalu ada kajian untuk merevisi kebijakan pajak beberapa barang termasuk untuk tembakau. Alhasil, rokok paling murah di Jepang pun dengan terpaksa harus menaikkan harga jualnya. Rokok yang disebut sebagai rokok kelas tiga di Jepang yaitu Wakaba, Echo dan Golden Bat, yang sebelumnya mendapat keringanan pajak karena hanya dikenai pajak setengah dari rokok merek lain karena menggunakan tembakau lokal Jepang menjadi harus menanggung pajak yang sama dengan pajak rokok merk lain.

Ketiga rokok tersebut memang dianggap rokok murahan karena rasanya juga dianggap inferior dan hanya bisa ditemukan di daerah Okinawa. Alasan utama perubahan kebijakan pajak tersebut adalah karena dari sisi kesehatan rokok dianggap sangat merugikan, sehingga segala cara harus ditempuh demi kesehatan yang baik, atau dengan kata lain agar orang berhenti/mengurangi rokok. Hal yang sama juga berlaku untuk minuman beralkohol yang dikenai pajak lebih tinggi dari barang lain karena dianggap merusak kesehatan meskipun secara resmi tidak ada larangan minum alkohol bagi yang telah dianggap cukup umur. Jadi perubahan kebijakan pajak rokok bukan lagi karena pertimbangan pendapatan negara semata. Sebuah kesadaran pemerintah Jepang yang berbeda karena kondisi yang berbeda dengan beberapa puluh tahun sebelumnya. Beberapa puluh tahun yang lalu, pada saat Era Meiji, ketika Jepang memutuskan untuk ikut bersaing dan berperang dengan negara-negara lain, rokok adalah komoditas utama untuk memperoleh uang sehingga penjualannya sebisa mungkin ditingkatkan untuk mensuplai keuangan pemerintah. Efek adiksi dari tembakau mampu menjadikan barang tersebut menjadi tak berkelas dan dikonsumsi semua kalangan, hasilnya pendapatan negara juga meningkat.

Pemerintah Jepang memang sangat mempersulit orang merokok, aturan menggunakan kartu TASPO dan harus berusia lebih dari 20 tahun untuk membeli dan mengkonsumsi rokok cukup efektif mengurangi dan memantau jumlah perokok di Jepang. Aturan tidak boleh sembarangan merokok juga ketat jika tidak ingin didenda. Harga rokok juga sangat mahal, dan ternyata kemahalan harga tersebut karena pajak tembakau yang sangat tinggi, sekitar 64% dari harga jual rokok adalah pajak. Sebagai gambaran umum, dari harga rokok sebesar ¥430 per bungkus, sebesar ¥106 adalah untuk pemasukan negara, ¥122 untuk pajak tembakau regional, ¥16 untuk pajak “spesial” tembakau dan sebesar ¥31 untuk pajak konsumsi. Berdasarkan data japantimes.co.jp, jumlah perokok di Jepang saat ini adalah sekitar 19,7% (30,3% laki-laki dan 9,8% wanita) atau sekitar 20 juta orang. Selama bulan November 2014, penjualan rokok di Jepang adalah sebesar 14,4 milyar batang rokok, turun sekitar 7,6 persen dari penjualan bulan November 2013 yang diakibatkan kenaikan pajak konsumsi sebesar 8% mulai bulan April pada tahun tersebut. Dampak yang luar biasa dahsyat, mungkin karena pola hidup orang Jepang yang memang terkenal hemat.

Baca Juga :
Kenaikan pajak tembakau juga pernah terjadi pada tahun 2010, namun karena ada kebijakan berbeda untuk ketiga merek rokok kelas tiga yaitu Wakaba, Echo dan Golden Batyang hanya dikenai setengah dari pajak rokok merk lain, maka efeknya bukan berkurangnya jumlah perokok namun malah secara tiba-tiba ketiga rokok tersebut menjadi sangat populer di Jepang. Bahkan saat ini rokok murah tersebut termasuk rokok terlaris di Jepang, Echoperingkat 8, Wakabaperingkat 5 dan Golden Batperingkat 7 dalam penjualan. Dan akhir tahun yang lalu kebijakan pemerintah Jepang berubah, ketiga rokok murah tersebut mau tidak mau juga harus menaikkan harga penjualan karena beban pajak yang besar. Hasilnya, kita lihat beberapa bulan ke depan, apakah jumlah perokok di Jepang akan semakin turun seperti harapan pemerintah Jepang.

Bagaimana dengan Perokok Indonesia, apakah gambar seram tersebut cukup efektif mengurangi jumlah perokok yang ada? Atau mungkin pemerintah perlu menerapkan kebijakan serupa dengan meningkatkan pajak khusus rokok? Wah…pasti akan ramai jika itu terjadi, lha wong pajak rokok yang hanya 10% saja dianggap sebagian orang mematikan rejeki petani tembakau dan membuat bangkrut pabrik rokok…Entahlah…di negeri kita merokok bukan semata-mata merusak kesehatan, tetapi juga masalah rejeki pengusaha, petani dan kenikmatan penikmatnya…

Jumat, 19 Agustus 2016

Restaurant Telanjang Pertama di Jepang

Jepangers - Konsep restoran “telanjang” di Tokyo berbeda dengan restoran telanjang lainnya di beberapa negara seperti London dan Australia. Restoran ini akan dibuka pada 29 Juli dengan nama “The Amrita” (diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti keabadian), dengan konsep yang lebih tenang. Tidak hanya pelayan nya saja yang akan “naked”, tetapi pengunjung juga.


Tetapi tenang saja, mereka tidak 100% telanjang. Untuk bagian intim, akan memakai “celana kertas” yang disediakan oleh restoran. Ini tidak berarti membuat kalian kehilangan rasa “malu”, kalian akan bergabung dengan pria dan wanita dalam sebuahmakan malam. Kalian akan dilayani oleh pria dengan tubuh yang atletis dan wanita yang hanya menggunakan g string. Berbagai menu-menu makanan disajikan disini, bahkan pengunjung dapat melihat tarian pria diatas panggung, model dari eropa dan amerika.



Ada beberapa aturan sebelum memasuki restoran ini yang ditempel di pintu masuk restoran, yaitu: pengunjung tidak boleh bertato, berumur 18-60tahun, dan harus mempunyai berat badan ideal dengan tinggi badan mereka. Berat badan yang melebihi 15kg dari berat badan ideal tidak akan diperbolehkan masuk ke restoran ini.

Baca juga :

Urungkan niat kalian untuk masuk ke restoran ini, jika tidak memenuhi kriteria tersebut, karena akan ada pemeriksaan ketat, dan uang reservasi kalian tidak akan dikembalikan apabila aturan diatas tidak terpenuhi.



Reservasi dilakukan melalui website untuk mengetahui usia dari pengunjung. Lalu pengunjung akan datang ke restoran dan pelayan restoran akan mengantar untuk mengganti pakaian yang telah disediakan restoran (penutup bagian intim), dan akan di antar ke meja reservasi. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk menyentuh satu sama lainnya. setelah makan, pengunjung diantar untuk menggunakan pakaiannya kembali dan meninggalkan restoran.



Restoran Amrita menjadi sangat terkenal di Tokyo, dengan tiket masuk untuk makan malannya adalah 12.000 – 80.000 ¥ (US $ 112 – $ 563), dan sudah terjual habis. Tiket show dengan harga 14.000 ¥, ¥ 18.000 atau 28.000 ¥.

Di websitenya dibuka reservasi untuk 29, 30 dan 31 Juli. Baiklahh kita akan tunggu berita selanjutnya di bulan Juli, kedengarannya masih cukup sopan karena hanya telanjang, dan tidak boleh menyentuh satu sama lainnya.

Rabu, 17 Agustus 2016

Apakah Ada Kemiskinan di Jepang?

Jepangers - Tidak bisa dipungkiri bahwa Jepang adalah salah satu negara paling maju di Asia dan merupakan negara dengan pertumbuhan Ekonomi terbesar ke-tiga di dunia, dengan beraneka ragam daya tarik yang mampu membuat semua orang bermimpi untuk kelak mengunjungi Negeri matahari terbit ini, bahkan ingin tinggal dan menghabiskan seumur hidupnya disana.


Terkadang semua hal yang berhubungan dengan daya tarik tersebut membuat banyak mata silau akan pancaran dari keindahan dan hal hal yang menyenangkan dari Negeri Matahari Terbit ini dan terkadang membuat banyak dari kita buta untuk melihat sisi lain dari Si “Matahari terbit”. Pernahkan minna-san bertanya, apakah Jepang hanya dipenuhi oleh hal hal menyenangkan saja? Apa Jepang hanya sebatas anime dan manga? Apakah Si “Matahari Terbit” ini tidak memiliki sisi gelap?

Setiap negara tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan, tanpa terkecuali dengan Jepang. Terlepas dari semua daya tarik dan keindahan yang dimilikinya, Jepang pun juga memiliki banyak masalah yang harus dihadapi seperti halnya negara negara lainnya salah satunya dibidang ekonomi. Sekali lagi timbul pertanyaan “Apakah di Jepang ada yang namanya kemiskinan?” jawabannya, tentu saja ada!! Hal ini lah yang terkadang luput dari pandangan banyak orang, sebuah “sisi lain” yang tersembunyi dari Negeri “Matahari Terbit”.

Seperti negara negara lainnya, Jepang pun memiliki masalah dengan kemiskinan. Sampai saat ini pun pemerintah Jepang belum menemukan cara yang tepat untuk menanggulanginya, terlepas dari krisis ekonomi hampir dua dekade yang lalu tepatnya pada tahun 1990 yang dijuluki dengan fenomena “economic bubble”. Sebuah Fenomena yang membuat Jepang dalam situasi menghadapi era yang sulit dalam perekonomian mereka.

Ratusan Perusahaan harus menanggung kerugian, ribuan karyawan kehilangan pekerjaan mereka, dan tingkat kemiskinan di Jepang pun meningkat drastis. Hingga saat ini dampak kemiskinan di Jepang masih ada, hanya saja tidak terlihat dan tampak secara jelas. Golongan tuna wisma menjadi “invisible people” orang-orang yang keberadaannya tidak terlihat ada di tengah tengah masyarakat Jepang, akan tetapi mereka ada dan mereka nyata!! Mereka hidup sebagai bayang bayang dari gemerlapnya negeri matahari terbit ini.

Definisi golongan tuna wisma di Jepang sebenarnya sama seperti halnya golongan tuna wisma di negara negara lain, mereka yang tidak memiliki rumah dan pekerjaan sebagai penopang hidup mereka. Akan tetapi ada hal yang membedakan mereka tuna wisma di Jepang dengan kebanyakan tuna wisma di negara negara lain.



Salah satunya yaitu penyebab mereka menjadi seorang tuna wisma di Jepang karena “mereka sendiri yang memilih menjadi tuna wisma”. Memang terdengar cukup aneh, kebanyakan dari mereka sebelumnya adalah karyawan kantor atau pabrik yang memiliki pekerjaan tetap, memiliki rumah dan masih memiliki sanak saudara. Pada umumnya rata rata para pekerja pabrik atau beberapa perusahaan menyediakan tempat tinggal atau semacam asrama untuk para karyawan mereka, ketika seorang karyawan mengalami pemecatan maka otomatis mereka tidak hanya kehilangan pekerjaan dan sumber penghasilannya akan tetapi juga tempat tinggal mereka.

Mereka bisa saja memilih untuk kembali ke keluarga atau sanak saudara mereka di rumah, tapi bagi orang Jepang hal itu sangatlah memalukan. Pekerjaan bukanlah sekedar sumber pemasukan bagi mereka tapi lebih dari itu pekerjaan merupakan sebuah identitas diri, “di Jepang ketika seseorang kehilangan pekerjaannya, mereka akan sangat malu untuk kembali ke rumah, maka mereka lebih memilih menjadi tuna wisma dari pada memberitahu keluarganya”.

Lalu kenapa keberadaan para tuna wisma di Jepang seperti tidak ada sama sekali? Memang pola kehidupan seorang tuna wisma di Jepang cukup rumit, mereka ada tapi mereka berusaha untuk menghindar dari kehidupan masyarakat Jepang sehari hari. Bahkan cukup sulit untuk mendapatkan statistik dari jumlah angka tuna wisma yang hidup di Jepang secara detail, sebuah survey dari pekerja amal kristiani di Jepang mengatakan ada lebih dari 1000 tuna wisma yang hidup di Nagoya dari 2,2 juta total jumlah penduduk Nagoya dan ada sekitar 4000 tuna wisma yang hidup di bayang bayang gemerlapnya kota Tokyo yang memiliki sekitar 12 juta penduduk.

Baca Juga :

Kebanyakan tuna wisma di Jepang hidup secara berkelompok tapi tidak sedikit pula yang hidup secara individu. Kebanyakan tempat mereka tinggal tidaklah menetap karena mereka tidak ingin keberadaannya dilihat oleh orang banyak, pada malam hari mereka akan membangun sebuah tempat tinggal sederhana yang terbuat dari kotak kardus atau hanya dengan menggunakan selimut lusuh untuk bertahan dari dinginnya malam di sudut sudut jalan, di taman taman tengah kota, di sebuah anak tangga, bahkan di kursi taman. Pada siang hari ketika para masyarakat mulai memenuhi ruang ruang public, keberadaan mereka seperti menghilang begitu saja. Mereka yang tadi berada di sudut sudut ruang publik menepi ke tempat tempat yang tak terlalu tersentuh oleh orang banyak, mereka tidak ingin keberadaan mereka di ketahui dan terlihat oleh orang banyak.

Terkadang mereka muncul di tengah tengah kesibukan dan rutinitas di ruang ruang publik untuk sekedar mencari hal hal yang bisa mereka makan, mulai dari merogoh tong sampah dan sebagainya. Bagaimana dengan para petugas keamanan seperti polisi? Tentu saja pihak yang berwajib menyadari keberadaan mereka akan tetapi ada sebuah aturan tertulis untuk perlindungan para tuna wisma di Jepang.



“Mereka tidak mengusik, maka kita pun juga tidak berhak mengusik mereka” publik mencoba untuk memberi ruang bagi mereka dengan cara seperti itu. Para tuna wisma di Jepang tidak lah mengemis, bahkan banyak dari mereka yang tidak segan-segan menolak ketika diberikan bantuan secara cuma-cuma.

Cukup sulit memang, bahkan kebanyakan para petugas amal dari organisasi tertentu sekalipun yang mencoba memberikan bantuan berupa sekotak nasi mereka tolak. Mereka memang seorang tuna wisma tapi mereka tetaplah “Orang Jepang” yang memegang teguh sebuah ideologi dan kebanggaan dalam diri mereka, pemerintah Jepang sendiri berusaha memberikan bantuan berupa memberikan lahan lahan kosong kepada kelompok tuna wisma untuk mereka manfaatkan secara mandiri sebagai lahan bercocok tanam, dari sinilah mereka menyambung hidup.

Jika minna-san pernah ke Jepang, apakah minna-san pernah melihat secara langsung para tuna wisma diruang ruang publik? Bagaimana respon minna-san? Dan bagaimana tanggapan orang orang disekitar mereka? Silahkan share pengalaman minna-san di kolom komentar ya, douzoo…..

Selasa, 16 Agustus 2016

Inilah Perkiraan Biaya Hidup Tinggal di Jepang

Jepangers - Berapa sih biaya hidup yang diperlukan untuk tinggal di Jepang? Pertanyaan yang sangat menarik untuk kita bahas (apalagi bagi agan dan aganwati yang berminat tinggal di Jepang... ). Sebagai pemanasan sebelum kita melangkah lebih jauh masuk ke dalam isi thread, ane kasih sedikit gambaran.


Contoh kecil harga beberapa beberapa kebutuhan pokok sebagai berikut :

Harga Beras adalah sekitar 25.000 /kg, Rokok Malboro Rp 32.000 /bungkus (ikut saya cantumkan karena rata-rata orang Indonesia suka merokok. Untuk Rokok jenis kretek disana susah / jarang ada, maka dicantumkan Rokok Putih. Bagi yang tidak merokok abaikan saja. Ini hanya ilustrasi), Makanan (Nasi bungkus kecil, Jagung bakar, Paha ayam di kaki lima (Street Food), KFC, Mc Donald) harganya nyaris sama yaitu Rp 30.000 / pcs, Minuman ringan / Softdrink, Kopi kaleng, Jus kaleng, harga Rp 15.000/can. Biaya Fotocopy (self copy) Rp 3000 /lembar, Biaya pas photo (foto sendiri di mesin box ) Rp 75.000/ postcard isi 4 - 6 foto, Gunting rambut Rp : 100.000 / kepala untuk laki laki, sedangkan untuk wanita minimal adalah Rp 200.000++ .

Bagaimana?

... Dari data awal ini mudah mudahan Anda sudah bisa mendapatkan gambaran awal tentang harga di Jepang. Dari daftar yang saya buat di atas mungkin Anda sudah bisa membuat suatu kesimpulan kecil bahwa harga barang termuah di negara tersebut adalah Rp 10.000 (100 yen). Dibawah harga itu, nyaris tidak ada barang apapun yang bisa Anda beli. Jadi uang sebesar Rp 1.000.000 akan habis hanya dalam waktu beberapa hari saja. (Note : Kurs atau nilai tukar yang dipakai di tulisan ini adalah adalah sekitar 100 yen = Rp 10.000 sedangakn untuk kurs terbaru silakan klik disini)

Kenapa gan(wati) ? Mahal ? Tentu saja, apalagi kalau semua Anda hitung dengan harga rupiah. Apakah ada perbedaan antara harga di kota dan di desa ? Tentu saja ada namun perbedaannya tidak terlalu besar atau tidak berlebihan kalau dikatan nyaris sama. Perkecualian adalah untuk biaya sewa rumah dan beberapa item lain sedikit lebih murah. Barang groceries atau barang buatan pabrik harganya nyaris seragam.

Selengkapnya tentang biaya hidup adalah sebagai berikut :

Biaya Tempat Tinggal

Ini merupakan biaya terbesar yang harus kita keluarkan. Harga sewa kamar rata rata berkisar antara Rp 4.000.000 (40.000 yen) perbulan, bertype standard yaitu 1LDK (living dining kitchen) terdiri dari hanya satu kamar tidur berukuran sekitar 3 x 4 meter, satu dapur dan kamar mandi merangkap toilet. Untuk standard orang Jepang, kamar type ini umumnya hanya dipakai untuk satu orang saja.

Umumnya harga sewa kamar sangat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu lokasi (pusat kota atau daerah pinggiran), jarak stasiun (semakin dekat stasiun semakin mahal) dan umur bangunan. Perlu sedikit diketahui bahwa, untuk transaksi sewa awal, selain biaya sewa kamar itu sendiri, ada beberapa biaya tambahan yang harus kita bayar seperti uang kunci (key money), biaya jaminan asuransi kerusakan, biaya komisi agent dll yang umumnya kalau ditotal semuanya akan menjadi sekitar 3 bulan biaya sewa bulanan. Sebagian biaya tersebut ada yang dikembalikan saat kontrak berakhir namun ada juga yang tidak dikembalikan. Semuanya disebutkan secara jelas pada kontrak sewa yang kita tandatangani.

Biaya Makan & Minum

Merupakan pengeluaran terbesar kedua setelah biaya rumah. Harga rata rata makan di warung atau restauran termurah adalah sekitar Rp 100.000 (1.000 yen) untuk makan siang dan Rp 150.000 (1.500 yen) untuk makan malam. Kalau Anda memilih waktu makan tepat pada saat jam makan siang, maka harga menjadi lebih murah Rp 75.000 s/d 100.000 (750 - 1.000 yen) malah lengkap dengan dessert, ice cream, kopi atau minuman lain. Sedangkan kalau Anda memesan secangkir kopi di luar jam makan siang, harganya adalah Rp 35.000 (350 yen) per cangkir.

Untuk harga yang lebih ekonomis kebanyakan orang membeli nasi bungkus di mini market atau convenience store dengan harga berkisar Rp 60.000 (350 s/d 600) an yen per bungkus. Minuman seperti kopi, teh, juice ataupun air mineral bisa dibeli di sembarang tempat seperti vending machine misalnya dengan harga berkisar Rp 10.000 - 15.000 (100 s/d 150 yen). Rokok juga bisa dibeli di tempat ini dengan harga Rp 32.000 (320 yen) untuk Morlboro sedangkan rokok merek lain harganya berkisar di harga yang sama. Kemudian pilihan lain yang tidak kalah populernya adalah restoran cepat saji seperti Mc Donald atau Kentucky (tanpa nasi putih) serta Yoshinoya, Sukiya dan Matsuya (dengan nasi). Harganya adalah kurang lebih sama saja dengan harga sekotak nasi bungkus.

Untuk harga yang termurah sepertinya adalah dengan memasak sendiri dan membawa bekal untuk makan siang di sekolah atau tempat kerja seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang Jepang. Harga beras kualitas termurah adalah sekitar Rp 25.000 (250 yen) perkilo, daging ayam sekitar Rp 30.000 (300 yen) setengah kilo. Harga lauk yang paling murah mungkin adalah telor yaitu sekitar Rp 15.000 (100 s/d 150) untuk satu pak isi enam butir.

Bagi mereka yang vegetarian sepertinya harus membayar sedikit lebih mahal karena umumnya harga buah dan sayur mayur relatif mahal kalau dibandingkan dengan harga daging. Hampir semua sayur atau daging murah adalah produksi import sedangkan produksi dalam negeri umumnya berharga sedikit lebih mahal.

Biaya Transportasi


Kereta api, bus dan sepeda adalah alat transportasi paling umum digunakan di negara tersebut. Untuk bus kota harga yang harus dibayar adalah sekitar Rp 20.000 (200 yen). Jauh atau dekat sama saja. Sedangkan untuk kereta api harga termurah adalah 200 yen untuk satu sampai tiga stasiun yang jarak masing masing stasiun berkisar antara 1-3 km. Untuk pelajar dan karyawan yang umumnya memiliki rute perjalanan yang sama setiap hari biasanya akan membeli karcis freepass bulanan yang bisa dipakai sepuasnya selama satu bulan untuk rute yang sama. Disamping itu ada juga one day ticket, yaitu karcis yang bisa dipakai sepuasnya selama satu hari untuk jalur mana saja.

Transportasi yang paling murah dari yang paling murah mungkin sepeda adalah jawabannya. Sepertinya hampir kebanyakan orang Jepang memiliki kendaraan murah dan sehat ini. Situasi jalan di Jepang yang teratur dan cukup lebar sepertinya menjadi salah satu sebab kebanyakan orang menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama. Bukan pemandangan aneh melihat pria berpakaian kerja lengkap, jas dan dasi, berangkat kerja dengan mengendarai sepeda. Demikian juga ibu rumah tangga mengantar anaknya ke sekolah dengan menggunakan sepeda. Harga satu sepeda termurah adalah Rp 1.200.000 (12.000 yen) dan harga sewa garasi adalah sekitar Rp 150.000 (1.500 yen) per bulan.

Sedangkan ongkos parkir sepeda di tempat umum adalah Rp 10.000 (100 yen)/ hari. Namun umumnya kebanyakan orang memarkir sepedanya di sembarang tempat atau di atas trotoar. Tentu saja hal ini adalah pelanggaran dan secara rutin petugas akan mengangkutnya ke tempat penampungan. Untuk menebusnya harus membayar kurang lebih seharga Rp 150.000 (1500 yen).

Sedangkan khusus untuk mobil umumnya termasuk kemewahan bukan karena harga mobilnya namun karena sewa parkir dan garasi yang cukup mahal. Untuk daerah perkotaan, biaya parkir per 15 menit adalah sekitar 10.000 rupiah (100 yen) kemudian untuk parkir bulanan adalah adalah sekitar 2 juta rupiah (20.000 yen). Jadi wajar kalau mobil umumnya dimiliki oleh mereka yang tinggal di daerah pedesaan atau mereka yang sudah berkeluarga dengan satu anak atau lebih.

Biaya Listrik, Air, Gas dll

Biaya ini biasanya harus dibayar terpisah, jadi tidak termasuk harga kamar. Totalnya umumnya adalah sekitar 8.000 yen (Rp 800.000) dengan perincian sebagai berikut : listrik 2000-4000 yen, air 3000-5000 yen, gas 3000-5000 yen, biaya administrasi apartement (kebersihan, perawatan dan keamanant) sekitar 2000 s/d 5.000 yen. Pemakaian gas dan listrik biasanya cendrung meningkat seiring datangnya musim dingin yaitu untuk pemanas, hot karpet, dan air panas.

Biaya Telepon & Internet

Untuk masalah komunikasi, baik telephone maupun internet sepertinya bukan hal susah di negara tersebut. Umumnya semua rumah atau kamar apartemen di Jepang sudah dilengkapi dengan sambungan telephone dan internet. Biaya bulanannya untuk internet adalah sekitar 4.000 -5.000 yen (Rp 500.000) per dengan pemakain tidak terbatas. Sedangkan khusus untuk telephone tentu saja kebanyakan orang lebih senang membicarakan handphone (Hp) daripada telephone rumahan. Karena negara Jepang tidak mengenal sistem voucher atau kartu isi ulang, maka antara biaya Hp dengan telephone rumahan sebetulnya tidak banyak perbedaan. Umumnya kebanyakan orang rata rata membayar sekitar 4000 yen (Rp 400.000) perbulan.

Kemudian untuk Internet mempunyai banyak pilihan seperti menggunakan sambungan internet rumah dengan biaya bulanan sekitar 4000an, online dengan menggunakan Hp yang bisa dilakukan oleh hampir semua Hp merek apapun. Kemudian pilihan lainya adalah dengan menggunakan internet cafe dengan harga sekitra 200-500 yen per 30 menit. Setahu saya, tempat kursus bahasa, sekolah privat dan universitas juga menyediakan internet gratis yang bisa dipakai selama sekitar 30 menit sampai 1 jam. Jadi untuk sekedar kirim atau baca email sepertinya sudah lebih dari cukup.

Biaya Laundry

Mesin cuci adalah benda yang sangat penting untuk dimiliki karena tanpa benda ini sepertinya aktivitas rutin ini akan sangat melelahkan atau bahkan nyaris tidak mungkin dilakukan saat musim dingin. Golongan pelajar ataupun mereka yang hidup sendiri dengan kamar yang relatif sempit tentu saja sepertinya tidak memiliki cukup tempat untuk meletakkan alat pencuci ini.

Alternatif terbaik adalah menggunakan jasa koin laundry. Tentu saja sedikit repot karena pakaian yang sudah tercuci harus dibawa kembali kerumah. dijemur dan dilipat sendiri setelah kering. Namun setidaknya biaya yang dibutuhkan jauh lebih murah dibandingkan biaya laundry standard atau biaya cuci sendiri. Biayanya adalah sekitar 300 yen (Rp 30.000) per sekali cucian atau sekitar 8-10 kg potong pakaian. Kalau Anda termasuk orang yang malas menggantung dan menjemur, bisa menggunakan jasa mesin pengering, yang tentu saja harus menyediakan beberapa keping koin lagi.

Biaya Hiburan

Biaya hiburan yang paling murah dari yang termurah mungkin adalah siaran televisi. Harga televisi ukuran terkecil yaitu 14 inch adalah sekitar 10.000 yen (Rp 1.000.000) untuk kondisi baru namun dengan model lama. Untuk harga yang lebih murah Anda bisa mendatangi toko yang menjual barang bekas. Namun selain biaya listrik dan harga televisi itu sendiri, ada juga biaya lain yang harus dibayar yaitu iuran televisi sebesar sekitar 2700 yen per tiga bulan. Umumnya semua komputer model terbaru dan juga Hp juga bisa berfungsi sebagai televisi.

Bagi yang gemar menonton film umumnya lebih memilih tempat rental VCD ketimbang mendatangi gedung bioskop yang memasang karcis masuk 1000-5000 yen sedangkan untuk rental DVD, dengan uang yang sama kita bisa mendapatkan 3 judul film. Tentu saja, untuk film terbaru kita harus menunggu dengan lebih sabar karena untuk versi rentalnya biasanya keluar beberapa minggu setelah masa tayang di bioskop.

Biaya Asuransi Kesehatan

Tanpa memiliki asuransi kesehatan, berobat ataupun sakit saat berada di negara Jepang bisa jadi merupakan malapetaka besar karena biaya rumah sakit yang tergolong sangat mahal dan mencekik. Namun dengan memiliki asuransi kesehatan maka 70% dari biayanya akan ditanggung oleh pihak asuransi jadi kita cukup membayar sisanya saja sejumlah 30%. Jadi asuransi kesehatan mempunyai fungsi yang sangat vital dan wajib untuk dimiliki oleh setiap orang tidak terkecuali oleh orang asing yang berdomisili di negara tersebut.

Biaya minimal untuk berobat ringan seperti demam atau sakit gigi misalanya di klinik atau rumah sakit di negara tersebut mungkin adalah sekitar 1000 yen (100 ribu rupiah). Harga tersebut sudah termasuk asuransi, jadi bisa dibayangkan betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan bagi mereka yang tidak memiliki asuransi. Rata rata biaya asuransi yang harus dibayarkan adalah sekitar 5000-7800 yen perbulan. Untuk standar orang Jepang, biaya asuransi ini dianggap masih kurang sehingga umumnya memiliki lebih dari 1 asuransi kesehatan atau membayar asuransi yang lebih mahal.


Baca juga :

Kesimpulan

Dari semua biaya di atas kalau disimpulkan sepertinya biaya minimal untuk hidup di Jepang adalah sebagai berikut :


Namun disamping itu, banyak juga rekan lain yang melaporkan bahwa mereka bisa hidup dengan jumlah uang yang jauh lebih kecil. Jadi biaya yang saya sebutkan dianggap cukup besar sehingga masih ada sisa untuk ditabung atau dikirim ke Indonesia. Beberapa biaya yang bisa dikurangi adapun penghematan yang bisa dilakukan umumnya terletak pada sewa rumah, misalnya sekamar untuk dua orang, mengurangi jatah biaya makan dengan memasak sendiri, mengurangi biaya hiburan, biaya jalan jalan dan masih banyak lagi.

Bagi pelajar dan tinggal di asrama mahasiswa tentunya jumlah biaya yang bisa dihemat akan jauh lebih besar lagi karena sewa kamar yang umumnya sangat murah. Demikian juga untuk golongan tenaga magang atau training sepertinya mempunyai living cost terkecil karena akomodasi dan transportasi serta sebagian biaya asuransi biasanya ditanggung oleh perusahaan.

Sedikit perlu di catat bahwa perkiraan biaya hidup ini memakai standard orang Indonesia dan juga orang lokal (Jepang) dengan status pelajar serta golongan pekerja kelas bawah dengan status single.

Bagaimana dengan biaya hidup orang Jepang secara umum ?

Jawabannya tentu saja lebih besar lagi. Sebagai contoh, dalam hubungan kekrabatan atau sosialisasi seperti untuk mengadiri undangan pernikahan sahabat atau relasi, minimal harus memberikan sumbangan sebesar 30.000 yen (Rp 3.000.000) . Biaya sekolah anak, minimal perlu menyiapkan dana tabungan sebesar 10 juta yen atau sekitar 1 Miliar Rupiah . Kemudian persiapan tabungan untuk biaya pemakaman (semua orang pasti akan meninggal kan ya ?) minimal perlu 2 juta yen atau sekitar 200 juta rupiah . Kaget ? Mudah mudahan tidak.

Demikian sekilas tentang biaya hidup tinggal di Jepang.

kunjungi terus Jepangers.com untuk info menarik lainnya

Terpopuler Dalam Seminggu

Tag

AKB48 (2) Akihabara (1) Aktor (3) Aktris (3) Android (19) Aneh (36) Anime (82) Artis (26) Berita (1) Biaya Hidup (1) Boneka (7) Budaya (105) Buku (1) Cantik (4) Cerita (1) Cilik (1) Cosplay (8) CrossDress (1) Dewasa (62) Download (4) Ecchi (3) Film (34) Foto (1) Game (3) Games (22) Get Rich (2) Harga (2) Hentai (12) Horor (1) Impor (1) Imut (3) Indonesia (6) Info (91) istilah (4) J-Pop (6) JAV (45) Jepang (264) Kisah (29) Komik (3) Kompetisi (1) Konser (1) Kontroversi (3) Korea (1) Kota (1) Lagu (7) Larangan (2) Lucu (6) Makanan (1) Manga (7) Mangaka (1) Manhua (1) Manhwa (2) Mitologi (1) Model (1) Musik (15) Ost (6) Otaku (5) Pokemon Go (3) Populer (3) Problematika (22) Publik (1) Rangking (2) Referensi (10) Restaurant (1) Robot (1) Rokok (3) Sains (6) Sedih (2) Seiyuu (1) Seni (6) Sex (1) Sinetron (1) Siswi (2) Sosial (10) Soul Seeker (2) Soundtrack (1) Summoner War (5) Teknologi (12) Tokoh (2) Tradisi (51) Trend (2) Tutorial (3) Unik (92) Video (6) Wanita (9) WCS 2016 (1) Webtoon (1)