Perbedaan Dorama Jepang Dengan Drama Korea

07.38
Zaman semakin berkembang dengan pesatnya, menciptakan sebuah arus deras perkembangan teknologi. Di bidang perfilman contohnya. Saat ini, tengah populer drama-drama yang terlahir dari negara-negara bagian timur Benua Asia seperti, Jepang dan Korea.

Perbedaan Dorama Jepang Dengan Drama Korea

Negara-negara ini merupakan negara yang memproduksi drama-drama yang kini tengah sangat populer di tanah air. Dengan segenap warna-warni kisah cinta yang disuguhkan dan alur cerita yang kebanyakan merupakan kehidupan anak sekolah. Dengan 2 hal utama tersebut, 2 negara tadi telah sukses menarik perhatian muda-mudi tanah air.

Di antara 2 negara penghasil drama yang tengah mendunia itu, terdapat banyak perbedaan yang terkandung di dalamnya, yang bisa saja tidak disadari para penikmatnya. Penasaran ingin tahu apa saja perbedaannya?

Berikut akan dijelaskan perbedaan-perbedaan yang terdapat di drama Korea dan dorama Jepang.

Tema
Bagi yang pernah nonton dorama-dorama Jepang pasti sepakat deh kalau tema yang diangkat dalam doramanya selalu unik, kreatif, di luar dugaan dan pastinya selalu konsisten. Walau memang penggambarannya terkadang agak lebay (nenek moyangnya komik sih), tantang sekolahan, action, detektif, family, kehidupan dokter, music, ataupun fantasy tapi so far itu menjadi kekhasan tersendiri bagi dorama Jepang.

Contohnya dorama My Boss My Hero, dan Great Teacher Onizuka yang mengangkat kehidupan sekolah maka yang akan mereka tonjolkan adalah kehidupan sekolah sejatinya, belajar, semangat hidup, perjuangan menggapai mimpi, justru cerita percintaan dan romansa hanya sebagai bumbu yang dimunculkan kadang-kadang. Ada lagi film Code Blue tentang kehidupan para dokter yang selalu siap sedia menolong pasiennya yang beraneka ragam dan kehidupannya gak jauh-jauh dari Rumah Sakit. Berbeda dengan Drama Korea mau temanya tentang sekolahan, family ataupun fantasy, cerita percintaannya tetap menjadi suguhan utama. Itulah mungkin alasannya kenapa tidak hanya cewek yang suka sama dorama Jepang tapi kebanyakan anak cowok juga.

Pemain
Bagi saya yang tidak menjunjung tinggi kegantengan dan kecantikan (apalagi kalau sintetis). Maka saya prefer sama tokoh-tokoh dalam dorama Jepang. Aktor maupun aktris Jepang memang terkadang tidak secantik ataupun seganteng actor aktris Korea tapi aktingnya yang bagus dan menyentuh itulah yang terkadang justru membuat mereka lebih ganteng dan cantik dari dalam. Kesimpulannya dorama Jepang tidak menjual wajah tapi karakter.

Gak sedikit juga sih pemain Korea yang aktingnya bagus-bagus, bahkan yang bikin klepek-klepek banyak juga kok. Nah bedanya disini, Mungkin sudah khasnya pen-drama-an Korea yang menyukai cerita mengharu biru dengan tangisan yang dilakukan oleh si aktor untuk mempertahankan cinta seorang wanita yang benar-benar dicintainya. Kalau dari beberapa drama yang saya lihat, penggambaran cowok Korea itu lebih romantic dibanding cowok Jepang yang terkesan dingin, cuek dan apa adanya walaupun sebenarnya di dalam mereka orang yang sangat berbanding terbalik dengan yang mereka tunjukkan. Well, bisa dilihat di Dorama Itazura Na Kiss dan Proposal Daisakusen.

Aktor dan aktris drama Jepang itu lebih membumi, alias seperti orang kebanyakan, tidak terlalu ganteng dan tidak terlalu cantik, tapi berkarakter. Dan karena karakternya yang kuat itu, maka munculah kesan mempesona. Jadi singkatnya, ada inner beauty dalam diri pemainnya. Nah, kalau drama Korea, sudah jelas pemainnya ganteng dan cantiknya keterlaluan. Dikarenakan artis" korea gemar melakukan operasi plastik sehingga wajahnya begitu cantik bak boneka porselen. Tidak seperti figur orang korea yang pada aslinya bermata sipit,memiliki struktur rahang kotak (square) dan bulat (rounded), lebar dengan tulang pipi yang menonjol.

Berdasarkan data dari departemen kesehatan korea itu sendiri hampir 99% artis di korea telah melakukan operasi plastik.Beberapa oplas yg sering dilakukan orang korea, yaitu oplas mata, rahang dan hidung. Pada masyarakat korea sendiri, di korea ada istilah, mending miskin daripada jelek, “kecantikan adalah bukan diturunkan tapi di ciptakan”, bahkan “orang cakep, dianggap lebih banyak dapet kesempatan kerja dibanding orang jelek/biasa aja”.

Honor
Nah, menurut bocoran beberapa website, honor pemeran drama Korea ternyata lebih tinggi. Honor yang diberikan pada para pemeran dramanya lebih tinggi daripada honor yang diberikan pada pemeran dorama Jepang. Pemeran dorama jepang hanya diberi honor 20-30% dari hasil produksi, pemeran drama Korea diberi honor 60% dari hasil produksi.

Walaupun taraf hidup di Jepang lebih tinggi dari korea. Tapi bayaran artisnya tidak sebanyak di Korea. Jepang menekankan pada sistem rating potensial, yaitu perkiraan rating yang bisa diraih berdasarkan rating drama artis bersangkutan selama ini. Jadi, artis yang kerap tampil dan dramanya be-rating tinggi akan mendapat bayaran yg besar pula. Misalnya Yukie Nakama dengan 3 juta yen (Rp 322jt) dengan rating 14,1%. Sedang Takuya Kimura yang paling populer saja hanya mendapat honor 3,5jt yen (Rp 375jt) dengan estimasi rating 13,1%. Bandingkan dengan artis korea seperti Bae Yong Jun yang mendapat 250jt won (Rp 2,5 miliar) per-episode.

Salah seorang pembicara seminar yang diadakan oleh Asosiasi Produser Drama Korea: Prof. Kim Jin Woong dari Universitas Sun Moon mengungkap honor artis termahal Korea. Posisi pertama diduduki oleh Bae Yong Jun dengan bayaran 250 juta Won (Rp 2,5 miliar) per-episode. Bayaran super mahal itu dikantongi Bae yong Jun saat membintangi serial The Legend akhir 2007 lalu. Setengah dari honor tersebut sebesar 155 juta Won (Rp 1,55 miliar) diperoleh Park Shin Yang untuk serial Money Warfare (War of Money).


Tingkah Laku Tokoh
Salah satu perbedaan paling menonjol di antara drama Korea dan dorama Jepang ialah bagaimana pemeran-pemerannya bermain. Terlepas dari bagaimana pemeran drama Korea berlaga, para pemerannya selalu terlihat serius, stay cool, dan pemeran wanitanya pada umumnya terlihat jual mahal.

Sedangkan pada dorama Jepang, meskipun merupakan drama percintaan, dorama Jepang mampu mengimbangi dengan suasana komedi. Sehingga penonton tidak selalu dibuat tegang dan berdebar, namun penonton juga dapat dibuat tertawa ngakak oleh para pemerannya.

Waktu Produksi
Produksi drama Jepang biasanya dimulai 6 bulan hingga setahun sebelum tayang. Sehingga para aktor, kru dan produser punya waktu yg cukup untuk memberi karya terbaik. Hal semacam ini sangat jarang terjadi di Korea.

Biasanya paruh akhir sebuah drama dibuat pada menit-menit terakhir,dimana naskah baru diberikan saat akan syuting adegan tertentu, alias kejar tayang. Tak jarang jumlah episode juga ditambah jika rating bagus. Tapi pada akhirnya publik akan mengkritik karena ceritanya makin diulur. My Girl dan Princess Hours adalah contoh konkrit utk hal ini.

Syuting kejar tayang juga membuat banyak kesalahan teknis yang tidak sempat di-edit terlanjur muncul di layar dan tidak bisa diapa-apakan lagi. Boys Before Flowers dan Couple of Fantasy adalah dua drama yang memiliki banyak kesalahan teknis karena syuting diburu waktu. (pasti gak sadar, karena fokus ke bintang2 yang cling2) hahaha.

Episode
Perbedaan antara drama Korea dan Jepang juga terletak pada jumlah episode dan jam tayang. Drama Korea pada umumnya 2 kali seminggu. Sedang drama Jepang tayang seminggu sekali. Durasi drama korea relatif lebih panjang dengan 70 menit. Sedang drama Jepang 46 menit.

Apabila biasanya drama Jepang hanya memiliki 9-12 episode. Bandingkan dengan drama Korea yang rata-rata memilki 16-25 episode. Itulah mengapa drama Jepang dianggap sangat singkat, padat dan jelas. Sedangkan drama Korea tarik ulur plot.

Ending
Sutradara di dorama-dorama Jepang selalu berani memberikan ending-ending yang twist walau gak semuanya tapi di situlah letak kelebihan dorama Jepang dari drama Korea. Karena nilai-nilai/pelajaran hidup yang bisa diambil bukan berfokus pada akhir cerita tapi proses dalam cerita itu sendiri.

Persamaan:

1. Mempertahankan dan menghargai tradisi dalam negeri
2. Punya filosofi hidup dan dialog-dialognya semacam quote-quote yang memotivasi
3. Suka memperlihatkan pemandangan dan panorama yang indah
4. Soundtrack-nya bagus-bagus
5. Kalau ada tokoh antagonis yah sebatas jahat aja tapi nggak jahat-jahat banget sampai ke ubun-ubun

mynews88.blogspot.co.id/2014/06/perbedaan-persamaan-drama-jepang-dan.html

Honor bae yong jun 5 kali lipat Takuya kimura

walopun taraf hidup di Jepang lebih tinggi dari korea. Tapi bayaran artisnya tdk sebnyk di Korea. Jepang menekankan pada sistem rating potensial, yaitu perkiraan rating yang bisa diraih berdasarkan rating drama artis bersangkutan selama ini. Jadi, artis yg kerap tampil dan dramanya berating tinggi akan mendapat bayaran yg besar pula. Misalnya Yukie Nakama dgn 3juta yen (Rp 322jt) dgn rating 14,1%. Sedang Takuya Kimura yg plg populer saja hanya mendpt honor 3,5jt yen (Rp 375jt) dgn estimasi rating 13,1%.

Bandingkan dgn artis korea seperti Bae Yong Jun yg mendpt 250jt won (Rp 2,5 miliar) per episod
[mei:woww..kaya mendadak kalo kek gini].

Banyak episode, plot tarik ulur

Selain biaya produksi,perbedaan antara drama Korea dan Jepang juga terletak pada jumlah episode dan jam tayang. Drama Korea pd umumny 2kali seminggu. Sedang drama Jepang tayang seminggu sekali. Durasi drama korea relatif lbh panjang dgn 70menit. Sedang drama Jepang 46menit.

Apabila biasanya drama Jepang hanya memiliki 9-12 episode. Bandingkan dgn drama Korea yg rata2 memilki 16-25 episode. Itulah mengapa drama Jepang dianggap sangat singkat,padat dan jelas. [mei:emank!!] Sedangkah drama Korea tarik ulur plot.

Tergesa-gesa karena kejar tayang

Produksi drama Jepang biasanya dimulai 6bulan hingga setahun seblm tayang. Sehingga para aktor,kru dan produser punya waktu yg cukup utk memberi karya terbaik. Hal semcm ini sgt jarang terjadi di Korea.

Biasanya paruh akhir sebuah drama dibuat pada menit2 terakhir,dimana naskah baru diberikan saat akan syuting adegan tertentu,alias kejar tayang. Tak jarang jumlah episode juga ditambah jika rating bagus. Tapi pada akhirnya publik akan mengkritik krn ceritanya makin diulur. My Girl dan Princess Hours adalah contoh konkrit utk hal ini.

Syuting kejar tayang juga membuat byk kesalahan teknis yg tdk sempat diedit terlanjur muncul di layar dan tdk bisa diapa-apakan lagi. Boys Before Flowers dan Couple of Fantasy adalah dua drama yg memiliki byk kesalahan teknis krn syuting diburu waktu.


Sumber :
https://ugiest.wordpress.com/perbedaan-drama-korea-vs-jepang/

17 Perbedaan Drama Korea dan Jepang

Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

Ciri - ciri drama korea !

1. Cerita di ambil di sekolahan SMA favorit ( kebanyakan )
2. Biasanya pake geng - geng an, dan minimal beranggotakan 4 orang.
3. Geng nya cowok - cowok yang di rias ganteng, cool, dll.
4. Dandanan waktu main di film full abis, dempul putih bgt, lipstik, rambut, dll
5. Adegan tu biasanya si geng cowok itu masuk pintu sekolah, trus tiba - tiba temen2 yang pada nge fans pada ngerubutin.
6. Ketua geng biasanya paling galak.
7. Ceritanya biasanya ada cewek biasa yang judes banget, dan sebel sama geng itu.
8. Biasanya yang cowok mukanya di bikin sok jual mahal kalo di film.
9. Adegan close up ke muka cowok terutama ketua geng, sering bgt, buat nampilin kegantengannya.
10. Ada adegan tiba - tiba ketua geng, ato slah satu member geng itu ada yang jatuh cinta ma cewek biasa ( no 7 ).
11. Trus ntar ada orang lain yang, suka jadi rebutan, cinta segita, dll.
12. Oya, seringnya Geng - geng itu orang kaya , bawa mobil Merci, bmw, helikopter malah kadang - kadang, rumahnya mewah bgt kaya hotel.
13. Si cewe biasanya kaum bawah.
14. Kemewahan sering bgt di tampilin di sini.
15. Lebih ke pop ceritanya, love, love. love.
16. Cerita pas pelajaran g pernah di shoot, yang ada pas jam di luar pelajaran semua, traveling, belanja, pas isitirahat. Pas di sekolah pas awal2 episode aja.
( Guru gak pernah tampil )
17. Endingnya, si ketua geng jadian sama cewe biasa.


Ciri- ciri drama jepang !

1. Tetep di ambil kebanyakan di sekolah SMA( ga penting terkenal p ga, yg penting sekolah )
2. Sama juga pake geng - geng an, tapi seringnya lebih dari 5 orang.
3. Gengnya ga ganteng2, tapi konyol, serem, preman. ( padahal artisnya asli ganteng )
4. Dandanan sewajarnya aja anak sekolah.
5. Ada adegan pas geng masuk sekolah, cuma bedanya temen2nya langsung pada kabur, ( takut ).
6. Ketua geng paling cool, diem, yang galak anak buahnya, tapi pas ketua geng lagi marah, mampus deh semua.
7. Jarang cerita tentang romance (love), lebih berdedikasi tentang, pengorbanan seorang guru, dan penghormatan murid terhadap guru.
8. Muka yang cowok biasanya di bikin gengsian.
9. Adegan close up, g cuma ke ketua tapi ke semua pemain.
10. Masalah intern antar geng ada, salah paham, ato berantem.
11. Ga di ceritain kaya ato miskin.
12. Tampilan sederhana, g neko - neko sewajarnya anak sekolah.
13. Gengnya biasanya jalan kaki, pulang sekolah main ding-dong, duduk pinggir kali, kalo ada yang bikin rese hajar rame2.
14. Ada tokoh cewek tapi bukan sebagai korban cinta, tapi sebagai sahabat. dan jarang keluar juga,
15. Film lebih ke premanisme, penghormatan guru, kemauan untuk sekolah, usaha keras dan perjuangan.
16. Cerita di dalem kelas sering banget, pas guru lagi nerangin, ada yang ngorok, ada yang merhatiin. Fokus ke sekolah karena cerita tentang anak sekolah. ( Guru sering bgt tampil )
17. Endingnya, murid bandel pada sadar n pada sukses/lulus sekolah.

Sumber :
lianovie-korea.blogspot.com/2011/10/17-perbedaan-drama-korea-dan-jepang.html

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Topik

AKB48 (2) Akihabara (1) Aktor (5) Aktris (5) Android (19) Aneh (39) Anime (84) Artis (25) Berita (1) Biaya Hidup (1) Biografi (1) Boneka (8) Budaya (113) Buku (1) Cantik (6) Cerita (2) Cerita Rakyat (1) Cilik (1) Cosplay (10) CrossDress (1) Dewa (1) Dewasa (69) Dinosaurus (1) Download (4) Ecchi (4) Film (35) Foto (1) Game (3) Gamers (1) Games (23) Get Rich (2) Harga (2) Hentai (13) Horor (3) Hot (1) Impor (1) Imut (3) Indonesia (9) Info (100) Internet (1) istilah (4) J-Pop (6) JAV (47) Jepang (288) Jurassic Park (1) Kisah (31) Komedian (1) Komik (3) Kompetisi (2) Konser (1) Kontroversi (3) Korea (1) Kota (2) Lagu (9) Larangan (3) Lawas (1) Lucu (6) Makanan (1) Manga (8) Mangaka (1) Manhua (1) Manhwa (2) Mitologi (3) Model (1) Musik (15) Onsen (1) Ost (6) Otaku (6) Pelacur (1) Penghargaan (1) Penyanyi (1) Pokemon Go (3) Populer (4) Problematika (26) Proses (1) PSK (1) Publik (1) Rahasia (1) Rangking (2) Referensi (13) Restaurant (1) Robot (2) Rokok (3) Sains (6) Sedih (2) Seiyuu (1) Sekolah (1) Seks (1) Seni (6) Sex (1) Sinetron (1) Siswi (3) Sosial (12) Soul Seeker (2) Soundtrack (1) Summoner War (5) Suster (1) Teknologi (13) Terkenal (1) Tokoh (2) Top (1) Tradisi (52) Traveling (1) Trend (4) Tutorial (3) Unik (97) Video (6) Wanita (14) WCS 2016 (1) Webtoon (1) Wisata (3) Youtube (1) Yuri (1)