4 Hal Yang Dikhawatirkan Otaku Perempuan Pada Saat Pergi Goukon

22.51
Bagi kalian yang sering menonton anime atau manga pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Goukonkan? Goukon, atau dalam bahasa inggrisnya,Group Dating, adalah suatu bentuk kencan berkelompok, yang biasanya diselenggarakn oleh satu perempuan dan satu laki-laki yang saling kenal satu sama lain, dan masing-masing dari mereka membawa sekitar 3-4 teman perempuan dan laki-laki, dari masing-masing pihak, yang nantinya akan diperkenalkan pada saat Goukontersebut.

ya, intinya sih seperti kencan buta, tetapi bedanya, masing-masing merupakan kenalan dari lelaki atau perempuan yang menyelenggarakan Goukon ini.

Bagi beberapa otaku perempuan, terutama yang menyembunyikan keotakuannya (atau disebut juga Closet Otaku), berikut 4 hal yang mereka khawatirkan setiap kali mereka mengikuti Goukon.

Kesulitan pada saat ditanyakan mengenai “Apa hobimu?” dan “Kalau libur kamu ngapain saja sih?” Source: pixiv/rosu “Waktu pertama kali memperkenalkan diri, dan menyebutkan hobi, saya selalu merasa kesulitan. ga mungkin kan saya sebut “utapuri!”, jadi mau tidak mau saya sebut saja membaca buku.” (20 tahun, mahasiswi) “Saat saya ditanya,” kalau libur ngapain saja?” selalu saya bilang “siap-siap buat event”, tetapi saya agak menyesal setiap saya bilang begitu.

 Saya selalu khawatir, bagaimana kalau dia menanyakannya lebih lanjut.. Tidak mungkin juga saya bilang kalau saya sedang mengerjakan doujinshi” (24 tahun, financing) Karena tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya, tentang hobi otaku dan bagaimana menghabiskan hari libur.

Dibandingkan dengan menyebut ,”membuat baju cosplay di rumah”, lebih baik menyatakan “menjahit baju”, kecewa dengan laki-laki yang menyebut dirinya sendiri otaku (tetapi kenyataannya bukan otaku) “Saat dia mengatakan dia banyak sekali membaca manga, saya sangat kecewa pada saat ia mengatakan dia hanya membaca Jump” (21 tahun, mahasiswi) “Otaku yang hanya menonton shingeki dan eva sudah terlalu biasa, setidaknya nontonlah madomagi” (27 tahun, mass comm) Cukup banyak orang-orang yang mengaku kalau dia otaku, padahal bukan. Bagi para wanita yang otaku tulen, pasti merasa jengkel pada saat berhadapan dengan mereka.

 Akan tetapi, mengatakan bahwa dirimu adalah otaku pada saat goukon juga bukanlah hal yang tepat. Pada saat ini, lebih baik kalian membalas dengan,”ooh, jadi kamu baca manga ya? ga nyangka.” sehingga bisa sedikit meredakan perasaanmu. menghindar dari Ikemen dan laki-laki populer “Tentu saja saya suka dengan ikemen.

Akan tetapi, saya tidak tenang apabila mereka berada di samping saya, lebih baik mereka berada di depan saya. Saya tidak mau berbicara dengan mereka, tetapi saya hanya ingin mengamati mereka.” (19 tahun, junior college student) “Saya tidak cocok dengan laki-laki populer.

gimanapun pembicaraan kita tidak bakalan nyambung, tetapi dia terus-terusan saja menanyakan macam-macam, membuat saya tidak enak rasanya.” (24 tahun, pekerja sipil) Ikemen dan laki- laki populer, yang bagi para wanita pada umumnya, pastinya ingin duduk di sebelah mereka, tetapi hal itu tidak berlaku kepada para otaku wanita (sebagian tentunya).

Tetapi, untuk orang-orang berpikiran positif seperti mereka, pasti tidak merasakan kalau mereka dihindari. bahkan mereka pikir,”wah, perempuan yang kalem” Tidak tahu lagu apa yang sebaiknya dinyanyikan pada saat karaoke “Saya selalu pusing pada saat pergi karaoke. Saya akan senang sekali apabila bisa menyanyikan lagu anime!” (25 tahun, pekerja kantoran) “Tentunya saya hafal lagu-lagu anime, tetapi saya pergi dengan orang-orang biasa.. makanya saya putar lagu Judy & Mary, tetapi yang muncul di layar adalah klip anime, dan saya merasa sangat tidak enak.” (30 tahun, keuangan).

Orang biasa dan otaku, tentunya selera lagunya agak sedikit berbeda. untuk para Closet Otaku, mereka tidak ingin menyanyikan lagu yang tidak umum di kalangan orang biasa, tetapi semakin lama menyanyi di karaoke, maka akan ketahuan juga kalau ia kurang memiliki pengetahuan terhadap lagu-lagu biasa. Akan tetapi lagu- lagu anime juga biasanya lagu terkenal, bukan? mungkin kalian bisa menyanyikannya untuk memperkenalkannya kepada yang lain.

Kalau mungkin kalian masih malu juga, ambillah lagu AKB. (Sayangnya hal ini tidak mungkin juga bisa dilakukan di Indonesia, karena tidak semua orang mengenal AKB.. Mungkin lagu JKT kalau begitu?) Bagaimana menurut kalian? bagi para Closet Otaku, mungkin kalian tidak perlu terlalu mempermasalahkan hal-hal tersebut. Mungkin saja pada saat Goukontersebut, juga ada Ikemen yang juga otaku (mungkin seperti Uchida Yuuya?), segala kemungkinan bisa terjadi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Topik

AKB48 (2) Akihabara (1) Aktor (5) Aktris (5) Android (19) Aneh (40) Anime (84) Artis (25) Berita (1) Biaya Hidup (1) Biografi (1) Boneka (8) Budaya (114) Buku (1) Cantik (6) Cerita (2) Cerita Rakyat (1) Cilik (1) Cosplay (10) CrossDress (1) Dewa (1) Dewasa (69) Dinosaurus (1) Download (4) Ecchi (4) Film (35) Foto (1) Game (3) Gamers (1) Games (23) Get Rich (2) Harga (2) Hentai (13) Horor (3) Hot (1) Impor (1) Imut (3) Indonesia (9) Info (100) Informasi (1) Internet (1) istilah (4) J-Pop (6) JAV (47) Jepang (290) Jurassic Park (1) Keluarga (1) Kisah (31) Komedian (1) Komik (3) Kompetisi (2) Konser (1) Kontroversi (3) Korea (1) Kota (2) Lagu (9) Larangan (3) Lawas (1) Lucu (6) Makanan (1) Manga (8) Mangaka (1) Manhua (1) Manhwa (2) Mitologi (3) Model (1) Musik (15) Onsen (1) Ost (6) Otaku (6) Pelacur (1) Penghargaan (1) Penyanyi (1) Pokemon Go (3) Populer (4) Problematika (26) Proses (1) PSK (1) Publik (1) Rahasia (1) Rangking (2) Referensi (13) Restaurant (1) Robot (2) Rokok (3) Sains (6) Sedih (2) Seiyuu (1) Sekolah (1) Seks (1) Seni (6) Sex (1) Sinetron (1) Siswi (3) Sosial (13) Soul Seeker (2) Soundtrack (1) Summoner War (5) Suster (1) Teknologi (14) Terkenal (1) Tips (1) Tokoh (2) Top (1) Tradisi (53) Traveling (1) Trend (4) Tutorial (4) Unik (98) Video (6) Wanita (14) WCS 2016 (1) Webtoon (1) Wisata (3) Youtube (1) Yuri (1)