Fakta Unik Mengenai Iklan Tisu Saku Di Jepang

04.00
Jika Anda pernah mengunjungi kota-kota besar di Jepang, pasti Anda pernah melihat seseorang berusia sekitar 20-an dengan wajah bosan membagikan tisu gratis dengan berbagai iklan dimasukkan ke dalamnya. Saat menerima tisu gratis ini, Anda mungkin berpikir, “Wow keren, tisu gratis,” dan meneruskan perjalanan Anda. Namun tahukah Anda bahwa beriklan menggunakan media tisu saku itu telah ada di Jepang selama 40 tahun, dan merupakan cara beriklan yang efektif? Mari kita lihat beberapa fakta unik mengenai salah satu strategi marketing yang unik di Jepang ini.

Tisu Saku


Berbagai fakta unik mengenai iklan tisu saku:

Pemunculan pertama iklan tisu saku adalah pada tahun 1969. Bentuk advertising seperti ini hampir secara eksklusif hanya terlihat di Jepang.Mayoritas iklan tisu saku adalah untuk pinjaman dan kredit konsumen.

Tidak seperti brosur iklan, yang langsung dibuang begitu saja, iklan tisu saku biasanya disimpan lebih lama hingga semua tisu di dalam plastik terpakai. Karena konsumen menyimpan tisu saku tersebut dalam jangka waktu yang lama, penelitian menyebutkan bahwa hal itu memiliki dampak psikologis mendalam terhadap otak, memengaruhi pembeli untuk memilih merek atau perusahaan familiar yang beriklan di bungkus plastik tisu itu.

Beberapa perusahaan/bisnis juga menyelipkan kupon minuman gratis atau diskon di dalam tisu.Untuk perusahaan yang menggunakan iklan tisu saku, menggunakan jenis tisu dengan kualitas tinggi dikatakan dapat menciptakan citra perusahaan yang lebih baik.



Mengapa banyak perusahaan yang menggunakan jenis iklan seperti ini?

Murah – Iklan tisu saku tergolong murah. Perusahaan hanya harus membayar biaya membeli tisu dan membayar satu orang yang akan berdiri di daerah yang ramai untuk membagikan tisu tersebut.

Efisien – Ini merupakan sebuah cara yang efisien untuk beriklan kepada suatu pangsa pasar tertentu. Sebuah salon kecantikan dapat memilih untuk membagikan tisu kepada wanita saja, dan perusahaan perumahan membagikan tisu kepada keluarga yang terlihat memiliki anak, dan sebagainya.

Efektif – Data terbaru menunjukkan bahwa iklan tisu saku terbukti 100 kali lebih efektif dibandingkan beriklan di surat kabar.


Jika iklan tisu saku begitu efektif, mengapa bentuk iklan ini jumlahnya menurun?

Penurunan anggaran untuk beriklan – Karena resesi ekonomi, banyak perusahaan baik besar maupun kecil yang memotong anggaran beriklan mereka.

Kesempatan yang makin sedikit untuk menggunakan tisu – Banyak perusahaan yang menciptakan berbagai produk yang menggantikan guna tisu, seperti kain penghapus make-up dan kain lembut untuk membersihkan kacamata. Hal ini mengurangi kegunaan tisu dan telah mendorong perusahaan-perusahaan untuk untuk memikirkan produk lain yang lebih berguna untuk menempatkan iklan mereka.

Apakah tisu telah usang?

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan yang memilih untuk membagikan iklan mereka pada produk-produk cetakan lain selain tisu. Kipas uchiwa plastik pada musim panas, bantalan panas di musim dingin, pena/pulpen, tas, dan barang-barang praktis lainnya yang lebih berguna untuk konsumen dan dapat digunakan untuk waktu yang lebih lama dibandingkan dengan tisu mulai dibagikan di jalanan.



Bagaimana menurut kalian mengenai bentuk iklan ini? Apakah kalian merasa terganggu dengan orang yang terus menerus membagikan tisu dengan iklan di dalamnya, ataukah kalian menghargai barang gratisan ini?

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Topik

AKB48 (2) Akihabara (1) Aktor (5) Aktris (5) Android (19) Aneh (39) Anime (84) Artis (25) Berita (1) Biaya Hidup (1) Biografi (1) Boneka (8) Budaya (113) Buku (1) Cantik (6) Cerita (2) Cerita Rakyat (1) Cilik (1) Cosplay (10) CrossDress (1) Dewa (1) Dewasa (69) Dinosaurus (1) Download (4) Ecchi (4) Film (35) Foto (1) Game (3) Gamers (1) Games (23) Get Rich (2) Harga (2) Hentai (13) Horor (3) Hot (1) Impor (1) Imut (3) Indonesia (9) Info (100) Internet (1) istilah (4) J-Pop (6) JAV (47) Jepang (288) Jurassic Park (1) Kisah (31) Komedian (1) Komik (3) Kompetisi (2) Konser (1) Kontroversi (3) Korea (1) Kota (2) Lagu (9) Larangan (3) Lawas (1) Lucu (6) Makanan (1) Manga (8) Mangaka (1) Manhua (1) Manhwa (2) Mitologi (3) Model (1) Musik (15) Onsen (1) Ost (6) Otaku (6) Pelacur (1) Penghargaan (1) Penyanyi (1) Pokemon Go (3) Populer (4) Problematika (26) Proses (1) PSK (1) Publik (1) Rahasia (1) Rangking (2) Referensi (13) Restaurant (1) Robot (2) Rokok (3) Sains (6) Sedih (2) Seiyuu (1) Sekolah (1) Seks (1) Seni (6) Sex (1) Sinetron (1) Siswi (3) Sosial (12) Soul Seeker (2) Soundtrack (1) Summoner War (5) Suster (1) Teknologi (13) Terkenal (1) Tokoh (2) Top (1) Tradisi (52) Traveling (1) Trend (4) Tutorial (3) Unik (97) Video (6) Wanita (14) WCS 2016 (1) Webtoon (1) Wisata (3) Youtube (1) Yuri (1)