Ribetnya Membuang Sampah di Jepang (Part 2)

22.23
Ini Posting kelanjutan dari post Ribetnya Membuang Sampah di Jepang

Sampah Khusus

Apa saja yang termasuk sampah besar? Lemari, meja, dsb. Sedangkan sampah besar khusus adalah AC, pesawat televisi, lemari es, freezer, mesin cuci, kompor dan sejenisnya. Bila barang elektronik besar/ mesin yang dibuang telah diganti dengan barang sejenis dari merk yang sama, maka pemilik barang dapat menghubungi toko atau agen penjual untuk membicarakan pembuangan barang lama tersebut. Mungkin agen yang bersangkuta akan mengambil barang lama itu untuk dikirim ke pusat daur-ulang perusahaan pembuatnya. Untuk komputer dan monitor, ada aturan tersendiri, tergantung daerahnya, tapi pada umumnya pemilik komputer yang ingin membuang komputernya harus menghubungi agen perusahaan pembuatnya agar barang dapat diambil atau pemilik dapat mengantarkan barang bekas tersebut ke tempat yang ditunjuk kelak didaur-ulang berbagai komponennya. Barang demikian tidak bisa dibuang di lokasi pembuangan sampah. Pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembuangan sampah, seperti meninggalkan sampah besar begitu saja, akan dikenai sanksi yang cukup keras.



Dua contoh: Shinjuku (Tokyo) dan Yokohama
Sebagai contoh, betapa sekedar membuang sampah saja kini sudah menjadi tugas yang rumit, mari kita tengok contoh sistem pembuangan sampah di dua tempat, yaitu Shinjuku (distrik perkantoran, perbelanjaan dan tempat tinggal di pusat Tokyo), dan di kota Yokohama.


Kita coba tengok lihat sistem yang dijalankan di distrik Shinjuku, di bagian pusat ibukota Tokyo. Shinjuku merupakan daerah perkantoran dan pertokoan yang ramai, dan juga perumahan. Pengambilan sampah yang berasal dari rumah tangga biasa adalah gratis (untuk sampah barang yang bisa terbakar dan tidak terbakar, dan sampah barang-barang yang dapat didaur ulang). Untuk sampah dari toko dan bisnis dikenakan biaya.

Pada dasarnya, pemda menghendaki agar toko dan bisnis mengurus sendiri pembuangan dan pengambilan sampah mereka (melalui perusahaan pengambil sampah dan perusahaan pemungut barang-barang yang dapat didaur-ulang). Namun pemda bersedia menangani sampah dari toko atau bisnis asal saja kurang dari 50kg per hari, dan untuk itu mereka harus menempelkan stiker khusus (stiker bayar). Seperti dapat dilihat pada contoh gambar sticker khusus untuk sampah dengan berat lebih dari 50kg, pihak yang akan membuang sampah harus membayar sejumlah uang 600 Yen atau Rp60.000,-.


Sampah Pabrik

Pengelolaan sampah di Osaka, salah satunya, ada di istana bermain warna-warni yang bernama Maishima Incineration Plant atau Pabrik Pembakaran Sampah Maishima. Bentuk gedungnya unik tak memperlihatkan sama sekali bahwa itu adalah tempat pengolahan sampah. Benar-benar kalau dari luar tampak seperti istana bermain.
Maishima Incineration Plant






Pabrik ini dibangun pada 1997 dan selesai tahun 2001. Di dalamnya ada mesin pembakaran sampah raksasa. Bagaimana tidak raksasa, sekali bakar mesin incenerator ini mampu membakar 450 ton sampah sekaligus. Dalam sehari, mesin ini membakar sampah dua kali.

Sampah-sampah dari seluruh kota Osaka masuk ke pabrik ini menggunakan truk sampah khusus. Sejak di pintu gerbang, sampah telah dipisahkan mana yang bisa dibakar dan mana yang tidak bisa dibakar. Truk kemudian masuk ke lokasi penampungan sampah.

Ruang itu sangat bersih. Hampir tak terlihat sama sekali sampah berserakan dari proses penurunan sampah dari truk. Kalau dilihat dari bagian atas pabrik, tampak truk-truk itu seperti mobil mainan di tengah pabrik yang sangat besar.

Sampah ditampung dalam penampungan raksasa. Sebuah capit raksasa siap memindahkan sampah tersebut ke mesin incenerator. Sekali capit, sampah dari enam truk sampah terangkut masuk ke incenerator.

Di incenerator, sampah dibakar dengan suhu mencapai 950 derajat celcius. Pembakaran itu menghasilkan panas. Panas tersebut digunakan untuk berbagai kepentingan di antaranya untuk pemanas ruangan, pemanas air, dan pembangkit listrik bagi pabrik itu sendiri.

Selain itu, pabrik ini mampu menjual listrik hasil pengolahan sampah tersebut ke perusahaan listrik di kota itu. Tahun lalu, Kansa Elektric Power—perusahaan listrik di Osaka—menerima 50 juta kilowatt listrik dari pabrik pembakaran sampah Maishima.


Pabrik yang ada hanyalah salah satu dari 10 pabrik serupa yang ada di Osaka. Tak mengherankan jika masalah sampah di sana sudah teratasi. Incenerator itu semuanya berteknologi tinggi sehingga biayanya pun sangat besar. Namun dibandingkan dengan hasilnya, tentu sepadan.

Terlihat seperti pabrik pembakaran sampahkah?:

Pengalaman Osaka ini bisa menjadi pelajaran bagi pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya Jakarta yang tiap hari selalu mengalami masalah sampah.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

Topik

AKB48 (2) Akihabara (1) Aktor (5) Aktris (5) Android (19) Aneh (40) Anime (84) Artis (25) Berita (1) Biaya Hidup (1) Biografi (1) Boneka (8) Budaya (114) Buku (1) Cantik (6) Cerita (2) Cerita Rakyat (1) Cilik (1) Cosplay (10) CrossDress (1) Dewa (1) Dewasa (69) Dinosaurus (1) Download (4) Ecchi (4) Film (35) Foto (1) Game (3) Gamers (1) Games (23) Get Rich (2) Harga (2) Hentai (13) Horor (3) Hot (1) Impor (1) Imut (3) Indonesia (9) Info (100) Informasi (1) Internet (1) istilah (4) J-Pop (6) JAV (47) Jepang (290) Jurassic Park (1) Keluarga (1) Kisah (31) Komedian (1) Komik (3) Kompetisi (2) Konser (1) Kontroversi (3) Korea (1) Kota (2) Lagu (9) Larangan (3) Lawas (1) Lucu (6) Makanan (1) Manga (8) Mangaka (1) Manhua (1) Manhwa (2) Mitologi (3) Model (1) Musik (15) Onsen (1) Ost (6) Otaku (6) Pelacur (1) Penghargaan (1) Penyanyi (1) Pokemon Go (3) Populer (4) Problematika (26) Proses (1) PSK (1) Publik (1) Rahasia (1) Rangking (2) Referensi (13) Restaurant (1) Robot (2) Rokok (3) Sains (6) Sedih (2) Seiyuu (1) Sekolah (1) Seks (1) Seni (6) Sex (1) Sinetron (1) Siswi (3) Sosial (13) Soul Seeker (2) Soundtrack (1) Summoner War (5) Suster (1) Teknologi (14) Terkenal (1) Tips (1) Tokoh (2) Top (1) Tradisi (53) Traveling (1) Trend (4) Tutorial (4) Unik (98) Video (6) Wanita (14) WCS 2016 (1) Webtoon (1) Wisata (3) Youtube (1) Yuri (1)